Skip ke Konten

20 Tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Menyemai Pendidikan Tanpa Perbedaan (有教无类), Berkontribusi pada Asta Cita dari Banyumas untuk Indonesia Emas 2045

20 Tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Menyemai Pendidikan Tanpa Perbedaan (有教无类), Berkontribusi pada Asta Cita dari Banyumas untuk Indonesia Emas 2045

Banyumas—20 tahun Puhua School dirayakan istimewa pada Sabtu, 25 April 2026 di Gedung Puhua Primary yang menjadi saksi bagaimana sebuah sekolah di Banyumas berbicara pada Indonesia bahkan dunia lewat pendidikan multikultur, karya seni, dan diplomasi budaya.

Perayaan dibuka dengan Forum Nasional Sekolah Tiga Bahasa se-Indonesia (印尼三语学校论坛) bertema: “20 Tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Menyemai Pendidikan Tanpa Perbedaan (有教无类), Berkontribusi pada Asta Cita dari Banyumas untuk Indonesia Emas 2045.” 

(Foto: Bu Shanti K. Nugroho, Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., S.Pd., M.Hum., LL.M. , Yudi Sutanto, Ph.D., dan Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed. duduk bersama dalam sesi Hearing Sekolah 3 Bahasa S​e-Indonesia)

Forum ini menghadirkan dialog strategis tentang pendidikan multibahasa, toleransi, dan peran sekolah 3 bahasa di seluruh Indonesia dalam menyiapkan generasi Indonesia yang siap bersaing secara global tanpa kehilangan akar kebangsaan.

Acara ini dihadiri tokoh-tokoh penting:  Mr. Ye Su (Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya), Yudil Chatim, S.K.M., M.Ed. (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Beijing 2022–2025), Dr. Sjahriati Rochmah, S.H., S.Pd., M.Hum., LL.M. (Asisten Deputi Penyelenggaraan Sidang Kabinet RI), dan Assoc. Prof. Zhang Jinghuo(perwakilan Baoding University/Baoding Higher Education Group).

(Foto: Instalasi Payung Shufa 3024 payung rekor muri)

(Foto: Para kepala sekolah Puhua beserta wakil ketua yayasan Putera Harapan dan jajaran yayasan menerima piagam Muri dari perwakilan Muri, Ari Andriani)

Puncak perayaan ditandai capaian Rekor MURI untuk instalasi 3.024 payung kaligrafi Mandarin yang tersusun membentuk visual kepulauan Indonesia dan pesan “You Jiao Wulei” atau Pendidikan Tanpa Perbedaan”. Selama delapan bulan, siswa, guru, staf, orang tua, dan alumni bergotong royong menulis 50 frasa kaligrafi sarat makna di setiap payung menunjukan karya ini bukan sekadar dekorasi, tetapi deklarasi bahwa keberagaman adalah kekuatan.

Rangkaian HUT juga diisi peresmian Cabang Ujian HSK berbasis komputer di Pusat Bahasa Mandarin Puhua, dialog sains bersama siswa, dan penguatan jejaring 34 Sekolah Tiga Bahasa dari Medan hingga Timika. Dari Banyumas, Puhua menegaskan diri sebagai sekolah tiga bahasa yang siap berkontribusi di tingkat nasional dan internasional.

(Foto: Mr. Ye Su (Konsulat Jenderal RRT di Surabaya)(kiri) dan Assoc. Prof. Zhang Jinghuo serta Lyu Xiaoqian, B.A., M.M. dalam proses peresmian cabang ujian HSK di PBM Puhua)

Yayasan Puhua turut menganugerahkan penghargaan “Tokoh Multikultural – Cahaya Puhua” kepada Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., (Bupati Banyumas, Dr. Chen Tao, B.A., M.M., (Direktur Puhua School), Prof. Dr. Jebul Suroso, S.Kp., Ns., M.Kep., (Rektor UMP), Andi F Noya (Dita Baca Indonesia), dan Lyu Xiaoqian, B.A., M.M. (Direktur Pusat Bahasa Mandarin Puhua) atas kontribusi luar biasa mereka dalam mendukung perjalanan pendidikan tanpa perbedaan di Puhua School.

(Foto: Para penerima penghargaan “Tokoh Multikultural – Cahaya Puhua” )

20 tahun Puhua menegaskan bahwa pendidikan 3 bahasa adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045. Puhua jiayou!  

#puhuaschoolofchampions

20 Tahun Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Menyemai Pendidikan Tanpa Perbedaan (有教无类), Berkontribusi pada Asta Cita dari Banyumas untuk Indonesia Emas 2045
DPP 3 Mei 2026
Share post ini
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar
Puhua Olympic Games (POG) 2026 : Dua Dekade Membangun Sportivitas dalam Keberagaman