Skip ke Konten

Puhua Secondary School Gelar Student Fair 2026 Usung Konsep Isu Keberlanjutan Global

Puhua Secondary School Gelar Student Fair 2026 Usung Konsep Isu Keberlanjutan Global



Banyumas—Pada 13 Februari 2026, Puhua Secondary School kembali menggelar Student Fair 2026, sebuah ajang tahunan yang menjadi wadah bertemunya gagasan, riset, serta solusi nyata terhadap tantangan masa depan. Tidak sekadar pameran biasa, Student Fair kali ini bertajuk Student Voices For a Sustainable World menghadirkan kolaborasi apik antara Science Fair dan Business Fair yang melibatkan seluruh siswa dari kelas 7 hingga 12. Mulai dari proyek STEM yang sarat kepedulian sosial, inovasi kewirausahaan berbasis budaya, eksperimen sains terapan, hingga kolaborasi lintas program studi untuk menciptakan prototipe berkelanjutan, semua hadir dalam satu semangat: belajar melalui karya nyata. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para orang tua, siswa antar sekolah, serta jajaran tamu kehormatan, di antaranya Kepala Cabang Dinas Wilayah X Bapak Maryanto, S.Pd., M.Sc.; Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Wilayah X Bapak Dwi Sucipto, S.T., M.M.; serta Pengawas SMP Ibu Alfa Kristanti, S.Pd., M.Pd., yang menyaksikan langsung potensi luar biasa dan semangat inovatif siswa Puhua.


Simple Integrated Water Filtration and Its Global Impact Analysis


Perjalanan Student Fair dimulai dari tangan-tangan kreatif siswa kelas 8. Dalam proyek bertajuk Simple Integrated Water Filtration and Its Global Impact Analysis, mereka memadukan sains, kepedulian sosial, dan kesadaran global. Menggunakan bahan-bahan sederhana seperti botol bekas, pasir, arang, kapas, dan batu kecil, mereka merancang alat filtrasi air yang dikaitkan dengan poin ke-6 Sustainable Development Goals (SDGs) tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak. Namun, yang membuat proyek ini istimewa adalah pengembangannya menjadi diorama kehidupan—miniatur rumah, pepohonan, sawah, hingga air terjun—yang "dihidupkan" oleh air hasil filtrasi. Sebuah simbol indah tentang bagaimana teknologi sederhana dapat menghidupi kawasan pedesaan maupun perkotaan. Semua karya dipresentasikan dalam Bahasa Inggris, melatih keberanian sekaligus kemampuan komunikasi akademik.



Cultural Food Creation 2026


Dari isu lingkungan, suasana Student Fair kemudian beralih menjadi semarak wirausaha. Para siswa kelas 10, melalui Business Fair dengan tema Cultural Food Creation 2026, membangun konsep usaha layaknya startup kecil. Mereka menyusun perencanaan bisnis secara menyeluruh: dari pemilihan produk, perhitungan biaya, penentuan harga jual, analisis keuntungan, hingga strategi pemasaran. Beragam kuliner Nusantara hadir dengan pendekatan segar dan kekinian. Putu ayu, serabi, dan ongol-ongol diberi topping modern; tahu aci walik dan cireng hadir dengan kuah inovatif; dimsum, hotdog, dan tacos mendapat sentuhan cita rasa rendang autentik. Minuman tradisional seperti es oyen, es kuwut, dan cendol dipadukan dengan teh susu agar lebih familiar bagi generasi muda. Setiap sajian tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga konsep penyajian, daya tarik visual, serta strategi branding yang matang. Setiap tim pun mempresentasikan proposal bisnis mereka dalam Bahasa Inggris, membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa dihadirkan secara relevan dan menarik.



Eksperimen Sains Kelas 10 di Student Fair 2026


Sementara itu, siswa kelas 10 Science menggali lebih dalam dunia eksperimen. Mereka mengeksplorasi energi terbarukan melalui model tata kota berbasis turbin air, mempelajari kekuatan magnet terhadap besi dan baja, serta merancang prototipe mesin minuman otomatis dan dispenser tanpa sentuh berbasis sensor inframerah. Di bidang bioteknologi dan kimia, mereka menciptakan bioplastik dari kulit singkong sebagai alternatif ramah lingkungan, mengolah limbah kulit buah dan sayur menjadi eco-enzim, serta mengamati reaksi kimia melalui percobaan merendam telur dalam cuka dan air lemon. Tak berhenti di situ, mereka juga membuat hand cream dan body scrub berbahan alami, serta melakukan uji kandungan pati pada berbagai bahan makanan. Untuk berbagi pengalaman saintifik, para siswa menyiapkan mini kuis seperti teka-teki silang dan permainan mencari kata, membuat sains terasa menyenangkan bagi setiap pengunjung yang singgah.



Student Voices For a Sustainable World


Puncak dari seluruh rangkaian Student Fair datang dari kolaborasi siswa kelas 11 Science dan Social Studies. Terinspirasi oleh 17 poin SDGs, mereka menciptakan berbagai prototipe produk berkelanjutan. Di bidang kesehatan, lahirlah krim dan lilin aromaterapi anti-nyamuk, minyak aromaterapi dengan lima varian relaksasi, gummy vitamin buah ramah anak, es krim sehat, hingga kukis bernutrisi. Eksperimen ilmiah seperti fermentasi kombucha, simulasi letusan gunung berapi, dan miniatur ekosistem akuarium turut memeriahkan pameran. Sementara di bidang teknologi dan lingkungan, mereka mempresentasikan prototipe tembok anti-abrasi untuk wilayah pesisir, sistem penyaring air layak minum, becak bertenaga surya sebagai transportasi hijau, hingga konsep smart city berbasis energi surya. Inovasi digital juga hadir: platform layanan berbasis web, aplikasi, prototipe robot pendorong partisipasi masyarakat dalam pemilu, serta teknologi pendeteksi kematangan alpukat untuk mendukung industri pangan. Setiap proyek lahir dari riset sistematis dan dipresentasikan dalam Bahasa Inggris, bukan hanya kreatif, tetapi juga terukur dan relevan dengan isu keberlanjutan global.



Kreativitas dan Literasi Visual Melalui Mini Vlog and Scrapbook Review


Namun, Student Fair bukan hanya tentang para pencipta. Di sinilah letak keunikan rangkaian kegiatan ini: seluruh siswa, tanpa terkecuali, memiliki peran aktif. Para siswa kelas 7, misalnya, diajak menjadi reviewer melalui Mini Vlog Review. Mereka mengunjungi dan meninjau minimal enam stand dari kelas 8, 10, dan 11, melakukan observasi, wawancara singkat, hingga bertukar opini dengan para inovator muda—semuanya dikemas dalam vlog dengan sentuhan kreativitas masing-masing. Di sini, mereka mengasah komunikasi lisan, berpikir kritis, dan rasa percaya diri di ranah media digital. Sementara itu, siswa kelas 9 dan 12 menuangkan pengamatan mereka melalui Scrapbook Review, berisi reportase konsep, keunggulan inovasi, nilai edukatif, serta refleksi pribadi dari setiap stand yang dikunjungi. Mereka belajar mengembangkan literasi visual, kemampuan analisis, sekaligus kepekaan berpikir reflektif.



Dengan demikian, Student Fair 2026 mengajarkan sebuah kebenaran sederhana namun mendalam: memahami sebuah inovasi sama pentingnya dengan menciptakannya. Mengamati, bertanya, dan merefleksikan adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran yang utuh. Melalui pengalaman panjang yang sarat eksperimen, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba, siswa Puhua tumbuh menjadi pemikir muda yang tidak takut berinovasi, menjadi wirausahawan masa depan yang bangga pada budaya sendiri, dan menjadi pembelajar sejati yang tidak hanya mencipta, tetapi juga mengamati dan berpikir kritis. Inilah semangat generasi baru: kreatif, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai luhur.


So proud of our young innovators and entrepreneurs! Teruslah berkarya dan berani berpikir ilmiah, anak-anak! Puhua Jiayou!


#puhuaschoolofchampions

Puhua Secondary School Gelar Student Fair 2026 Usung Konsep Isu Keberlanjutan Global
DPP 29 Maret 2026
Share post ini
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar
Puhua Primary Artfest and Bookweek 2026