Puhua School Bersama FH Unsoed Hadirkan Kelas Kompetensi Mandarin untuk Mahasiswa Hukum

Banyumas—Di tengah dunia profesional yang semakin terhubung secara global, kemampuan berkomunikasi lintas bahasa dan lintas budaya menjadi bekal penting bagi generasi muda usia produktif. Bagi calon sarjana hukum, penguasaan bahasa asing tidak hanya memperkaya kemampuan personal, tetapi juga membuka wawasan, memperkuat daya saing, serta mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia kerja yang semakin dinamis.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pusat Bahasa Mandarin Puhua School bersama Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman menghadirkan Kelas Kompetensi Mandarin bagi Calon Sarjana Hukum Unsoed. Program yang dimulai pada 20 Agustus 2026 ini menjadi langkah nyata Puhua dalam memperluas manfaat pendidikan Bahasa Mandarin, tidak hanya bagi siswa sekolah, tetapi juga bagi mahasiswa dan calon profesional muda di Banyumas.
Sebanyak tiga kelas, dengan masing-masing 30 mahasiswa, mengikuti pembelajaran Bahasa Mandarin dua kali setiap minggu di Fakultas Hukum Unsoed. Kehadiran program ini menunjukkan antusiasme generasi muda untuk membangun kompetensi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Puhua tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai penggerak ekosistem pembelajaran yang membuka akses keterampilan bahasa bagi masyarakat luas. Pembelajaran dipandu oleh Dr. Chen Tao, B.A., M.M., penutur asli Mandarin yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam pengajaran Bahasa Mandarin di Indonesia. Selain menjabat sebagai Direktur Utama Puhua School, Dr. Chen Tao juga merupakan Ketua Pengurus Pusat Bahasa Mandarin Puhua, yang didirikan melalui kerja sama dengan Baoding University, Tiongkok, di bawah dukungan Center for Language Education and Cooperation (CLEC).
Melalui pendekatan pembelajaran yang aktif, komunikatif, dan bertahap, peserta tidak hanya mempelajari kosakata serta struktur bahasa. Mereka didorong untuk berani berbicara, bertanya, berinteraksi, dan memahami konteks budaya dalam penggunaan bahasa. Dengan demikian, kelas ini menjadi ruang pembelajaran yang membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, keterampilan komunikasi, serta kepekaan lintas budaya.

Bagi mahasiswa hukum, kompetensi ini dapat menjadi nilai tambah dalam menghadapi perkembangan sektor bisnis, investasi, perdagangan, kerja sama internasional, maupun layanan hukum yang membutuhkan kemampuan berkomunikasi dengan beragam pihak. Yang lebih penting, kemampuan Bahasa Mandarin memberi mahasiswa kesempatan untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas dan bersiap mengambil peluang secara lebih terbuka.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, para peserta juga dipersiapkan untuk mengikuti 中文水平考试 (HSK), yaitu uji kompetensi Bahasa Mandarin berskala internasional. Persiapan HSK memberi arah belajar yang jelas dan membantu mahasiswa membangun bukti kompetensi yang dapat mendukung rencana studi lanjut, pengajuan beasiswa, magang, maupun pengembangan karier.
Kolaborasi Pusat Bahasa Mandarin Puhua dan Fakultas Hukum Unsoed mencerminkan semangat pendidikan yang berdampak: menghadirkan keahlian yang dibutuhkan, mempertemukan institusi pendidikan dalam tujuan bersama, dan membuka jalan bagi generasi muda untuk berkembang. Dari ruang kelas di Fakultas Hukum Unsoed, Puhua turut mengambil bagian dalam menyiapkan calon profesional hukum yang kuat secara akademik, adaptif, berwawasan global, serta siap berkontribusi bagi Indonesia.
Belajar bahasa, memperluas wawasan, membuka peluang.
Puhua Jiayou!
