Skip ke Konten

Pusat Bahasa Mandarin Puhua Gelar Tur Budaya Kaligrafi Tiongkok untuk Lebih dari 300 Siswa

Pusat Bahasa Mandarin Puhua Gelar Tur Budaya Kaligrafi Tiongkok untuk Lebih dari 300 Siswa

Banyumas—Selembar kertas, tinta, dan kuas menjadi jembatan yang mempertemukan siswa dengan bahasa, seni, dan budaya Tiongkok. Melalui pengalaman menulis kaligrafi secara langsung, mereka diajak mengenal keindahan aksara Mandarin sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Pengalaman tersebut dihadirkan Pusat Bahasa Mandarin (PBM) di Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan melalui tur budaya kaligrafi Tiongkok pada 17, 18, dan 25 September serta 13 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan berlangsung di Pusat Bahasa Mandarin Yongchun, Sekolah Parahyangan Mulia, dan Sekolah Bina Bakti di Tasikmalaya, Jawa Barat; Sekolah Tunas Hidup Harapan Kita di Tegal, Jawa Tengah; serta Sekolah Setya Wiguna, Kingdom, dan Saint Bernard di Pekalongan, Jawa Tengah.

Tur ini melibatkan Dr. Chen Tao, Direktur Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan; Ibu Shanti K. Nugroho, S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Puhua; serta Li Hui Laoshi, pengajar yang diutus PBM Puhua untuk memandu pembelajaran kaligrafi.


Sebelum pelaksanaan, Li Hui Laoshi menyiapkan perlengkapan menulis, contoh karya, dan materi presentasi. Pembelajaran dirancang agar menarik serta mudah diikuti, dengan mempertimbangkan kemampuan bahasa Mandarin siswa Indonesia.

Mengusung tema “Harmoni antara Manusia dan Alam,” kegiatan memadukan pengenalan bahasa Mandarin, praktik kaligrafi, dan pemahaman budaya. Siswa diajak mengeksplorasi variasi kepekatan tinta serta keindahan struktur aksara, kemudian menampilkan karya dan berbagi pengalaman belajar.

Hingga rangkaian kegiatan ini berlangsung, tur telah menjangkau tujuh lokasi di dua provinsi dan tiga kota, dengan partisipasi lebih dari 300 siswa. Jangkauan tersebut memperlihatkan langkah PBM Puhua dalam memperluas kesempatan belajar bahasa dan budaya melalui kegiatan antarlembaga.

Tur budaya kaligrafi ini direncanakan berlanjut ke sekolah-sekolah lainnya. Melalui kegiatan tersebut, PBM Puhua ingin membuka lebih banyak ruang perjumpaan: tempat siswa dapat mencoba hal baru, mengapresiasi karya, dan mengenal budaya lain dengan rasa ingin tahu serta sikap saling menghargai.


Share post ini
Blog-blog kami
Arsip
Masuk untuk meninggalkan komentar
PBM Puhua Dukung Pelatihan Internasional bagi 60 Kepala Sekolah dan Pengawas Pendidikan Indonesia