Merayakan Hari Sumpah Pemuda melalui Bahasa, Seni, dan Kebersamaan di Puhua School

Bahasa bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga kesediaan untuk mendengarkan dan memahami. Semangat inilah yang dihadirkan Puhua School dalam rangkaian Bulan Bahasa untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026. Melalui upacara, drama musikal, dan majalah dinding, siswa diajak menghubungkan kecakapan berbahasa dengan kreativitas, penghargaan terhadap sejarah, serta kepedulian kepada orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan diawali dengan upacara dan pembacaan ikrar Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan, ada identitas dan cita-cita bersama yang perlu dijaga sebagai bangsa Indonesia. Setelah upacara, siswa Secondary melanjutkan peringatan melalui pertunjukan drama musikal dan pembuatan majalah dinding inspiratif. Keduanya memadukan empat bahasa: bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, dan Jawa. Identitas Puhua sebagai sekolah tiga bahasa pun berjalan berdampingan dengan penghargaan terhadap bahasa daerah, membuka wawasan tanpa meninggalkan kedekatan dengan budaya sendiri.
Drama Musikal Empat Bahasa: Speak Different and Stand Together

Mengusung tema “One Generation with Countless Voices: Speak Different and Stand Together,” drama musikal menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi seni peran, musik, dan sastra. Berbagai adegan mengangkat gagasan serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat, mulai dari lingkungan hingga dinamika sosial.
Di atas panggung, bahasa tidak berhenti sebagai materi pelajaran. Siswa menggunakannya untuk membangun cerita, menyampaikan sudut pandang, dan mengajak penonton memahami sebuah persoalan. Pesan yang muncul pun selaras dengan semangat persatuan: perbedaan pandangan dan latar belakang bukan penghalang untuk bekerja bersama demi kebaikan.
Dalam rangkaian peringatan ini, perwakilan setiap kelas juga mengikuti dress-up dengan kostum yang merepresentasikan berbagai periode dan figur dalam sejarah Indonesia, mulai dari era kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, hingga pahlawan nasional serta tokoh bersejarah lainnya. Kreativitas mendapat ruang untuk tampil bersama pengenalan terhadap perjalanan bangsa.
Majalah Dinding Empat Bahasa dan Kisah Inspiratif Warga Sekolah

Pengalaman belajar yang tak kalah bermakna hadir melalui pembuatan majalah dinding dalam empat bahasa. Siswa mewawancarai guru, staf akademik, petugas keamanan, hingga staf kantin untuk mengangkat kisah inspiratif dari warga Puhua.
Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal orang-orang yang kontribusinya hadir dalam keseharian sekolah.
Mereka tidak hanya mencari bahan tulisan, tetapi juga berlatih bertanya, mendengarkan pengalaman, memilih informasi, dan menyampaikannya kembali kepada pembaca. Di balik setiap peran, ada cerita dan usaha yang layak dihargai.
Rangkaian Bulan Bahasa ini memperlihatkan bagaimana Puhua menerjemahkan komitmen pendidikan ke dalam kegiatan yang konkret. Pembelajaran bahasa dipertemukan dengan seni, sejarah, komunikasi, dan pendidikan karakter. Siswa diberi ruang untuk menghasilkan karya sekaligus belajar melihat kehidupan dari sudut pandang orang lain.
Ruang untuk Setiap Suara dan Kesempatan untuk Bertumbuh

Inilah salah satu wujud keunggulan pendidikan yang terus diusahakan Puhua: bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi merancang kesempatan agar pengetahuan tersebut digunakan. Ada panggung untuk menyampaikan gagasan, ruang untuk bekerja bersama, dan percakapan untuk menumbuhkan penghargaan terhadap sesama.
Di tengah beragam bahasa dan cara pandang, persatuan dirawat ketika setiap suara diberi ruang untuk didengar. Dari pengalaman itulah siswa diajak bertumbuh menjadi pribadi yang mampu berkomunikasi dengan percaya diri, menghargai perbedaan, dan tetap membawa semangat kebangsaan dalam langkahnya.
Puhua Jiayou!



