Pameran Kaligrafi, Seni Lukis Indonesia dan Tiongkok di Puhua School: Merayakan 75 Tahun Terjalinnya Hubungan Diplomatik Indonesia dan Tiongkok

(foto bersama para anggota Yayasan Putera Harapan Banyumas, Direktur dan Kepala Sekolah Puhua, Bupati Banyumas, Profesor Tiongkok, dosen Kaligrafi UIN Saizu Purwokerto dan para tamu undangan)
Banyumas—Puhua School mempersembahkan momen bersejarah melalui Pameran Kaligrafi dan Lukisan Tiongkok–Indonesia yang digelar pada 25–27 Nov 2025. Untuk pertama kalinya di Indonesia, dua peradaban besar, Kaligrafi Tiongkok (Shu Fa) dan Kaligrafi Arab bersatu dalam satu panggung seni dan kebudayaan.
Sebanyak 215 karya hasil kurasi ketat dipamerkan, terbagi ke dalam 5 tema besar yang merefleksikan persahabatan dan sejarah panjang hubungan Indonesia–Tiongkok. Di antaranya, “Warisan Konferensi Bandung 1955” dan “Pelayaran Laksamana Cheng Ho”, yang menggambarkan persilangan nilai dan pengetahuan antara dua bangsa.


Dalam upacara pembukaan, maestro Shu Fa asal Tiongkok, Prof. Wang Liquan, menghadirkan karya bertuliskan 和而不同 (Hé ér bù tóng) yang berarti “Bhinneka Tunggal Ika”, pesan harmoni dalam keberagaman. Sementara Prof. Chen Xiaoying mempersembahkan lukisan bertema gunung dan sungai simbol persahabatan yang merefleksikan keindahan Banyumas di antara Gunung Slamet dan Sungai Serayu.
Kolaborasi budaya semakin terasa melalui karya kaligrafi Arab dan Mandarin oleh Bapak Amir Husaini, S.Pd., dosen Kaligrafi UIN Saizu Purwokerto. Ia menampilkan kaligrafi bertuliskan اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ باِلصِّيْنِ (“Tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina”), dengan sentuhan gaya Mandarin (Khat Masyriqi) yang menyimbolkan pertemuan antara iman dan kebijaksanaan Timur.

Puncak acara ditandai dengan penulisan kolaboratif bertuliskan 山高水长 (shān gāo shuǐ cháng) “Setinggi gunung, sejauh mata memandang, berbagi suka dan duka bersama.” Simbol yang menegaskan persahabatan abadi antara Indonesia dan Tiongkok. Pameran dibuka oleh Bupati Banyumas Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M.
Dalam kesempatan ini, Direktur Puhua School, Dr. Chen Tao, B.A., M.M., mengumumkan rencana pembukaan kelas Kaligrafi Arab di Puhua Activity Village, membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar lintas budaya. Melalui pameran ini, Puhua School meneguhkan komitmen untuk membangun harmoni dalam keberagaman serta memperkaya pendidikan melalui seni dan budaya. Sebuah langkah untuk merayakan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan menanamkan semangat literasi sebagai kekuatan.
Puhua Jiayou!











