Merajut Kebersamaan dalam Keberagaman di Momen Idulfitri, Potret Nyata Indonesia Mini di Puhua

Banyumas—Suasana penuh kehangatan menyelimuti seluruh unit Puhua School pada Jumat, 27 Maret 2026 dalam perayaan Idulfitri. Mulai dari KBTK, SD, hingga SMP–SMA, Idulfitri dirayakan dengan cara yang berbeda, namun sama-sama sarat makna: mempererat persaudaraan, menumbuhkan nilai kebaikan, dan merajut kebersamaan dalam keberagaman.
Di KBTK Puhua, perayaan mengusung tema “Celebrating Gratitude, Faith and Unity”. Kegiatan diawali dengan senam bersama siswa R1 dan R2 untuk memantik semangat dan keceriaan pagi, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang makna Idulfitri. Setelah itu, anak-anak bersalam-salaman dengan guru dan teman, belajar tentang arti saling memaafkan dan kebersamaan sejak dini. Penampilan siswa Muslim yang membawakan lagu-lagu Islami dan hafalan surat pendek menjadi ruang bagi mereka untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri tampil di depan orang lain.
Puncaknya, para siswa mengikuti cooking class dengan membuat kreasi sederhana seperti cookies dan sandwich, dan membawa opor untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

Berlanjut ke jenjang SD, perayaan mengusung tema “Sharing Kindness, Together in Forgiveness”. Kegiatan diawali dengan apel pagi dan halalbihalal seluruh siswa. Dalam sambutannya, Ms. Ardiyah Gondorini, S.Sos., M.Pd., mengajak siswa membawa makna Ramadan ke dalam kehidupan sekolah serta menjadikan Idulfitri sebagai momen untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan.
Para siswa kemudian membuat lentera Idulfitri dan parcel mini sebagai simbol berbagi, serta mengikuti sesi bersama guru agama masing-masing yang dilengkapi dengan kuis toleransi untuk menumbuhkan sikap saling menghargai perbedaan.

Sementara itu, di jenjang SMP–SMA, semarak Idulfitri hadir dengan tema “Eid For All: Embracing Diversity, Strengthening Unity”. Ms. Arinta Dewi, S.Si., M.M., mengingatkan bahwa Idulfitri bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi juga tentang saling memaafkan, pentingnya toleransi, serta menjaga persatuan di lingkungan sekolah. Pesan tersebut dipertegas oleh Bapak H. Latif Muchozin, S.E., Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas Majelis Ekonomi, yang mengajak siswa memaknai Idulfitri sebagai momentum membersihkan hati sekaligus merefleksikan pentingnya hubungan antar sesama.
Penampilan grup hadroh Bi Qolbin Salim Cilongok, serta persembahan siswa Muslim dan guru Muslim, turut menambah kemeriahan dan kekhidmatan suasana. Acara ditutup dengan halalbihalal dan potluck, di mana siswa dan guru saling berbagi dan menikmati hidangan khas Lebaran sebagai wujud syukur, persaudaraan, dan kebersamaan.
Melalui momentum ini, Puhua School menghadirkan Idulfitri bukan sekadar perayaan bagi siswa Muslim saja, tetapi juga sebagai ruang bersama untuk merawat toleransi dan perbedaan dalam kerukunan di lingkungan sekolah. Idul Fitri menjadi bukti bahwa keberagaman di Puhua adalah Mini Indonesia yang nyata.
Puhua jiayou!
#puhuaschoolofchampions
#puhuamerawatkeberagaman
#puhuayoujiaowulei
#pendidikantanpaperbedaandipuhua