Skip to Content

Puhua Live-In 2026: Menjadi Bagian dari Masyarakat dan Hadir untuk Perubahan

Puhua Live-In 2026: Menjadi Bagian dari Masyarakat dan Hadir untuk Perubahan

Banyumas—Bagaimana mengajarkan empati agar tidak berhenti sebagai nasihat? Bagaimana mengajak siswa memahami kerja keras, bukan hanya mengetahui definisinya?

Melalui Live-In 2026 yang dilaksanakan pada 7-9 Oktober 2026, seluruh siswa kelas 8 dan 10 Puhua Secondary School menjalani pengalaman tersebut secara langsung di Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, Banyumas. Mengusung tema "Learn from Life, Grow with Others," program tahunan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Puhua dalam menjadikan pembentukan karakter sebagai bagian penting dari pendidikan.

Dipimpin oleh Kepala Sekolah, Ms. Arinta Dewi, S.Si., M.M., bersama 19 guru pendamping, siswa belajar di tengah masyarakat. Bukan sekadar datang untuk mengamati, mereka tinggal bersama keluarga induk semang dan ikut menjalani keseharian warga. Dalam pengalaman ini, masyarakat menjadi keluarga sekaligus ruang belajar, sementara siswa hadir untuk mengenal, membantu, dan bertumbuh bersama.

Dari Membuat Es hingga Membuat Bakso

Selama tiga hari, siswa terlibat dalam berbagai aktivitas keseharian warga, mulai dari membuat es, mengemas tahu kuning khas Banyumas, membantu berjualan, menjaga warung, memancing, membuat pupuk, hingga membantu produksi bakso. Mereka juga memasak sendiri, berbelanja ke pasar, berkebun, serta memberi makan ternak.

Melalui aktivitas-aktivitas tersebut, siswa melihat secara langsung bagaimana sebuah keluarga bekerja, berusaha, dan saling mendukung dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka belajar bahwa setiap hasil yang dinikmati merupakan bagian dari proses panjang yang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kerja sama.

Menghargai hasil pun dimulai dengan mengenal proses serta orang-orang yang mengusahakannya.


Menjadi Bagian dari Masyarakat

Di sinilah empati mendapat ruang untuk tumbuh. Tinggal bersama keluarga induk semang memberi siswa kesempatan untuk memahami kehidupan dari sudut pandang yang berbeda. Mereka belajar bahwa setiap keluarga memiliki kebiasaan, cerita, dan tantangannya masing-masing.


Siswa tidak hanya mengenal aktivitas warga, tetapi juga belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, menghormati kebiasaan keluarga lain, serta mengambil bagian dalam berbagai tanggung jawab bersama. Pengalaman ini membantu mereka melihat kehidupan dengan perspektif yang lebih luas dan penuh penghargaan.


Kedekatan dengan masyarakat berlanjut melalui berbagai kegiatan sosial. Siswa membantu mengajar anak-anak serta memperkenalkan dasar-dasar bahasa Mandarin melalui permainan yang menyenangkan. Melalui interaksi tersebut, mereka belajar bahwa pengetahuan menjadi lebih bermakna ketika dapat dibagikan kepada orang lain.


Rangkaian Live-In 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan bakti sosial. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat setempat, Puhua School juga menyalurkan bantuan air bersih yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Kalitapen.

Pendidikan Karakter yang Dihidupi

Live-In 2026 memperlihatkan bagaimana pendidikan karakter di Puhua diterjemahkan menjadi pengalaman yang nyata. Siswa diberi tanggung jawab, dipertemukan dengan kehidupan yang beragam, didampingi dalam prosesnya, serta diajak merefleksikan makna dari setiap pengalaman yang dijalani.


Melalui Program Live-In, siswa tidak hanya belajar tentang kerja keras, kepedulian, dan kebersamaan, tetapi juga memahami bahwa setiap orang memiliki peran dan perjuangannya masing-masing. Dari sanalah empati tumbuh, bukan dari teori semata, melainkan dari pengalaman yang dijalani bersama.






Share this post
Archive
Sign in to leave a comment
Tour de Campus Puhua 2026: Mengunjungi 4 Universitas Bergengsi dan Istana Negara