Puhua School Perkuat Ekosistem Pendidikan Tinggi Banyumas Lewat Kegiatan Dosen Tamu di Universitas Jenderal Soedirman

Puhua School kembali menunjukkan peran strategisnya dalam ekosistem pendidikan tinggi di Banyumas melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan dosen tamu Program Studi D3 Bahasa Mandarin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman pada 8 Juni 2026 di Aula Bambang Lelono.
Mengangkat tema “Menjawab Peluang dan Tantangan Kebutuhan Kaum Pekerja di Tengah Ketidakpastian Global”, acara ini menghadirkan kolaborasi erat antara dunia pendidikan dasar–menengah, pusat bahasa, dan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata pasar kerja yang kian menuntut penguasaan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya.
Assoc. Prof. Zhang Jing Huo Direktur Pusat Bahasa Mandarin Puhua School hadir sebagai dosen tamu utama didampingi Zhang Fang, B.A. (laoshi), Fadia Rahma Safitri, S.H., perwakilan Pusat Bahasa Mandarin Puhua, serta empat mahasiswa Baoding yang saat ini menempuh studi di Tiongkok. Mr. Zhang menekankan bagaimana bahasa Mandarin tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga kunci untuk memasuki jaringan ekonomi dan profesi di tengah ketidakpastian global, khususnya di sektor industri kreatif, pariwisata, dan event organizer.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Bahasa Mandarin Puhua pihak Indonesia Lyu Xiaoqian, B.A., M.M menyampaikan informasi mengenai program beasiswa, skema rekrutmen, dan jalur persiapan kuliah ke Tiongkok yang telah dijalankan secara sistematis bagi siswa Puhua dan mitra.
Empat mahasiswa Baoding kemudian menjadi jembatan hidup antara teori di kelas dan realitas budaya Tiongkok masa kini. Mereka berbagi tentang kekayaan budaya melalui empat tema: makanan, tradisi minum teh, arsitektur, dan zodiak Tionghoa (shio). Setiap sesi bukan hanya berisi paparan, tetapi juga cerita pengalaman langsung tinggal dan belajar di Tiongkok, menunjukkan bagaimana penguasaan bahasa Mandarin membuka akses pada beasiswa, jaringan internasional, dan peluang karier lintas negara.
Di penghujung kegiatan, Zhang Fang, B.A. (laoshi) memimpin praktik kaligrafi Mandarin. Mahasiswa D3 tidak hanya belajar menulis aksara dengan kuas, tetapi juga memahami filosofi kesabaran, ketekunan, dan keindahan yang menyertai setiap goresan tinta.
Kehadiran narasumber tambahan dari industri event organizer yang membahas potensi bahasa Mandarin di dunia event organizer semakin menegaskan relevansi acara ini dengan tema besar bahwa dunia kerja kini menuntut generasi muda yang tidak hanya fasih berbahasa, tetapi juga luwes bergerak di tengah dinamika ekonomi global yang tidak pasti. Di titik inilah kiprah Puhua School dan Pusat Bahasa Mandarin Puhua menjadi sangat nyata, bukan hanya mengajar bahasa di ruang kelas, tetapi aktif menghubungkan mahasiswa dengan jejaring profesional, peluang beasiswa, dan pengalaman lintas budaya yang konkret.
Melalui kolaborasi ini, Puhua menunjukkan diri sebagai mitra strategis perguruan tinggi di Banyumas, khususnya Universitas Jenderal Soedirman. Puhua tidak berdiri sebagai institusi yang terpisah dari dunia kampus, melainkan hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan perguruan tinggi, tuntutan industri, dan kesiapan generasi muda. Langkah-langkah inilah yang menjadikan peran Puhua dan Pusat Bahasa Mandarin Puhua berdampak nyata, membuka peluang baru, dan meneguhkan Banyumas sebagai bagian aktif dari jejaring pendidikan dan tenaga kerja global.
Jiayou Puhua!
